Fakta-fakta Menakutkan soal Mimpi Buruk


Berita Melintas
Setiap orang mengalami mimpi buruk hanya sesekali waktu. Jika Kamu sering mengalami mimpi buruh, maka Kami menderita gangguan tidur. Mimpi buruk sering dialami oleh anak-anak sedangkan orang dewasa lebih jarang mengalami mimpi buruk.

Sampai sekarang, para peneliti belum sepenuhnya memahami tentang mimpi buruk dan penyebabnya. Banyak juga teori yang bermunculan tentang mimpi buruk, Tapi semua masih belum jelas. Mimpi buruk sulit untuk dipelajari dan diteliti, karena sifatnya yang subjektif, sangat personal, dan sangat kabur. Berikut ada beberapa hal yang sudah diketahui yang bisa mengejutkan kamu.

– Tidak akan ada yang mendengar jika Kamu berteriak
Kamu tidak akan bisa berteriak atau bahkan bergerak ketika kamu mengalami mimpi buruk. Semua teriakan atau pergerakan heboh seperti yang kamu lihat di film-film itu tidaklah benar. Seorang profesor pendamping di Ohio State University Wexner Medical Center, Aneesa Das, MD, yang secara khusus meneliti tidur, mengatakan, “Selama tahap tidur yang memungkinkan kamu bermimpi-tahap REM-semua otot tubuh itu lumpuh, kecuali otot mata dan otot-otot yang kita gunakan untuk bernapas, begitu kamu duduk dan berteriak, kamu sudah terbangun dan keluar dari mimpi tidur.”

Inilah yang menjadi satu alasan kenapa kita bisa mengingat mimpi buruk lebih jelas dibandingkan mimpi biasa. Karena mimpi biasa tidak membuat kamu terbangun dari tidur.

– Wanita lebih sering mengalami mimpi buruk

A.j.Marsden, PhD, profesor pendamping di pelayanan manusia dan psikologi di Beacon College, Florida, AS mengutip satu penelitian yang dilakukan di Inggris yang menemukah bahwa wanita mengalami mimpi buruk lebih banyak dibanding pria.

“Hal ini bisa jadi berkorelasi dengan penemuan bahwa wanita ternyata juga memiliki lebih banyak isu kecemasan, dan mimpi buruk seringnya adalah suati refleksi dari kecemasan dan kekhawatiran kita. Wanita biasanya melaporkan mengalami mimpi buruk yang intens secara emosional dibanding pria, berpusat pada ketakutan, kehilangan, dan kebingungan.” ujarnya.

Menurut Das , “remaja dan wanita dewasa melaporkan dan berbicara tentang mimpi buruk mereka dibanding pria.” Ada kemungkinan pria lebih segan melaporkan mimpi buruk mereka, atau mereka mengecilkan intensitas mimpi buruk mereka.

– Mimpi buruk bisa disebut persiapan untuk hal sesungguhnya

Meskipun ada banyak sekali teori tentang kenapa kita bermimpi? Mimpi adalah refleksi dari alam bawah sadar, mereka adalah cara otak tetap sibuk saat tubuh beristirahat. “Mimpi buruh bisa jadi adalah cara otak untuk menyiapkan kita untuk suatu situasi menakutkan tertentu”, ujarnya. Misalnya mimpi buruk tentang ada orang yang mau membobol masuk ke rumah bisa jadi cara otak menyiapkan kita untuk mengatasi dan menghadapi situasi seperti itu atau membantu kita untuk merasa tidak terlalu takut.

Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Sleep pada tahun 2007, para peneliti menemukan, baik ibu yang baru melahirkan atau sedang hamil sering mengalami mimpi yang buruk yang melibatkan bayinya dan ibu yang baru melahirkan lebih sering mengalami mimpi buruk intens tentang sesuatu yang terjadi bada bayinya juga.

– Kamu bisa mengontrol mimpi buruk

Lucid dreaming adalah dimana ketika kamu tahu kamu sedang bermimpi dan bisa mengontrol arah mimpi tersebut. Marsden mengatakan “namun hal itu membutuhkan banyak latihan, beberapa orang bisa mulai mengontrol mimpi mereka, namun begitu mereka sadar mereka bermimpi biasanya mereka akan terbangun.”

Ada semakin banyak penelitian yang menggunakan teknik ini untuk membantu orang-orang yang terkena gangguan stres pasca-trauma (PTSD). “Pola pikirnya adalah dengan mengajarkan kepada mereka untuk mengontrol mimpi buruk, mereka bisa pelan-pelan menghadapi traumanya,” ujar Das.

– Teror malam hari lebih menakutkan dari mimpi buruk

Meskipun tidak umum dialami orang dewasa, bisa jadi lebih menakutkan bagi orangtua dibanding anak-anak yang mengalaminya. Sebagai awalan, anak akan berteriak, biasanya dengan mata terbuka.

“Pada teror malam hari, orang tua biasanya tidak bisa membangunkan anaknya,” ujar Marsden. Berlawanan dengan mimpi buruk, “orang tua bisa membangunkan anaknya, dan anak akan ingat mimpi buruk yang mereka alami dan bisa membicarakannya dengan mudah,” ujarnya. Dengan teror malam hari, ketika si anak akhirnya terbangun, mereka tidak memiliki ingatan tentang kejadian tersebut.

Related posts

Leave a Comment