Fadli Zon: Anies Tidak Bisa Ambil Keputusan Mengatur Jakarta Tanpa Restu PKS dan Gerindra

Berita Terkini – Pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak bisa sepihak mengambil keputusan saat memimpin Ibu Kota. Semua keputusan strategis harus di koordinasikan dengan partai yang mengusung mereka.
 
Anies-Sandi terikat dalam perjanjian dengan PKS dan Gerindra. Perjanjian itu telah di sepakati sebelum Anies-Sandi resmi didaftarkan ke KPU DKI Jakarta sebagai pasangan calon. “Ada kesepakatan bersama, termasuk dalam hal strategis. Kami harapkan gubernur dan wakil gubernur berkonsultasi kepada partai-partai pengusung. Ada itu perjanjiannya,” Ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
 
Fadli mengatakan bahwa pihaknya memiliki kepercayaan kepada Anies dan Sandi. Namun perjanjian yang bertuliskan tangan itu tetap dibuat agar insiden buruk tidak terulang lagi. “Kita ini tidak mau dibohongi lagi. Walaupun kita percaya pada sosok Anies-Sandi. Tetapi kita ingin betul-betul kalau kerjanya bertujuan untuk memperbaiki Jakarta,” Kata Fadli Zon.
 
Perjanjian lainnya yang telah disepakati adalah agar Anies dan Sandi menjalankan tugasnya hingga masa baktinya usai. Anies dan Sandi dilarang keras menjadi kutu loncat di tengah jalan. Fadli mengungkapkan bahwa perjanjian itu merupakan tulisan tangan dirinya sendiri yang ditandatangani petinggi PKS dan Gerindra. “Itu pakai tulisan tangan saya, 23 September 2017, sebelum terpilih menjadi pasangan calon,” ujarnya.

Related posts